Jika aku sampah, kau adalah tempatnya.
Orang-orang di sekitar kita„ diantara mereka menyatukan kita, yang lainnya justru membuat kita jauh.
Seberapa buruk, seberapa bau, seberapa kotor diriku, kau selalu menerimaku.
Tak pernah protes.
Tak pernah menghindar.
Tak pernah menutup diri untukku.
Karena kau sadar kau tercipta hanya untukku.
Karena kau tahu inilah aku.
Sejujurnya aku tidak berharap kau menjadi tempat sampah,
aku ingin kau menjadi tempat pembuangan akhir.
Dimana aku ada untuk terakhir kalinya.
Dimana aku bisa terurai dengan sempurna.
Sebenarnya, ketika aku belajar mencintaimu bersama itu pula aku belajar mengikhlaskanmu.
Begitu aku sangat mencintaimu, saat itu pula aku berusaha keras untuk bisa mengiklaskanmu.
Bukan satu dua kali aku tersakiti.
Begitu besar rasa ingin memiliki membuat lupa bahwa tak ada satupun di dunia ini yang pantas aku miliki.
Ini bukan hal mudah, hanya sebuah proses yang bisa membuka hati ini.
Jika aku tertawa apakah kau akan ikut tertawa?
Ya tertawalah karena yang aku inginkan hanya membagi bahagia.
Jika aku menangis apakah kau akan ikut menangis?
Jangan menangis, hiburlah aku, karena yang aku inginkan selalu tersenyum dan bahagia bersamamu.
Aku seperti pengembara
Tiada tujuan, tanpa alasan
Tidak merusak, tidak menyakiti
Hanya singgah lalu pergi
Saat lelahnya nanti aku akan berhenti
Di satu tempat, di satu hati.
Nama kota2 & negara2 punya arti yg dalam lho… HOLLAND : Hope Our Love Last And Never Dies … ITALY : I Trust And Love You … FRANCE : Friendship Remain And Never Can End … MANILA : May All Night Inspire Love Always … JAKARTA : Jambret Ada, Koruptor Ada, Rampok Tentu Ada !!!
Jika aku mempunyai tongkat sihir,
aku tidak akan menyihirmu untuk mencintaiku.
Jika aku mempunyai tongkat sihir,
aku akan menyihir hatiku untuk melupakanmu.
Karena melupakanmu lebih sulit daripada membuatmu mencintaiku.
Karena dengan melupakanmu aku bisa membuka hati untuk yang baru.
Nyatanya aku tidak punya itu.